Beranda›Blog

Oleh-oleh Khas Solo: Mana yang Awet, Mana yang Basah

Panduan oleh-oleh khas Solo berdasarkan daya tahan: serabi, bakpia, abon, intip, brem, dan batik, plus tips mengemas dan menyusun waktu belanja.

R

Tim Rasamadu Heritage

Rasamadu Heritage

26 Oktober 20264 menit baca
Oleh-oleh Khas Solo: Mana yang Awet, Mana yang Basah

Share

Oleh-oleh khas Solo yang paling aman dibawa pulang adalah yang tahan beberapa hari dan tidak mudah remuk: abon, intip, brem, dan roti kering. Serabi Notosuman dan bakpia basah enak sekali, tetapi sebaiknya dibeli di hari terakhir dan dimakan dalam waktu dekat. Panduan ini mengelompokkan oleh-oleh Solo berdasarkan daya tahan dan cara membawanya, supaya Anda tidak pulang dengan kardus penyok dan makanan basi. Untuk rencana kunjungan yang lebih luas, lihat juga artikel kami tentang tempat wisata di Solo.

Ringkasan: Pilih Berdasarkan Perjalanan Pulang

Oleh-olehDaya tahanCocok dibawa untuk
Serabi NotosumanPendek, paling enak di hari yang samaMobil, perjalanan pulang singkat
Bakpia BalongRelatif pendek, tergantung isianMobil atau kereta jika dikemas rapat
Abon sapiPanjangPesawat, kereta, bus
IntipPanjang, tetapi rapuhMobil; kalau naik kereta, minta kemasan keras
BremPanjangSemua moda, kemas rapi
Roti kering, ampyang, serundengMenengah sampai panjangSemua moda
BatikTidak terbatasSemua moda

Daya tahan di atas adalah gambaran umum. Tanyakan tanggal kedaluwarsa atau anjuran simpan ke penjual, karena tiap produsen berbeda.

Oleh-oleh Basah: Beli Terakhir, Makan Cepat

Serabi Notosuman adalah serabi yang paling sering disebut sebagai ikon Solo. Dua penjual yang banyak dirujuk berada di Jalan Moh. Yamin, Serengan, yaitu Ny. Lidia dan Ny. Handayani. Serabi paling enak masih hangat. Kalau dibawa jauh, bungkus tidak boleh ditindih dan jangan ditaruh di bagasi mobil yang panas. Harga pada artikel-artikel lama sudah tidak bisa dijadikan patokan, jadi cek harga terbaru di tempat.

Bakpia Balong versi Solo biasanya lebih besar dari bakpia patok Yogyakarta, dengan isian seperti cokelat, keju, dan kacang hijau. Jenis ini kerap cepat berubah tekstur bila terlalu lama disimpan. Pilih rasa yang paling Anda sukai, bukan yang paling banyak, dan beli secukupnya untuk dua atau tiga hari.

Oleh-oleh Kering: Aman untuk Perjalanan Jauh

  • Abon sapi. Salah satu merek yang sering disebut adalah Abon Mesran. Abon dikemas kedap udara, jadi relatif aman di koper. Kalau terbang, bungkus dalam plastik tambahan agar minyak tidak merembes.
  • Intip. Camilan dari kerak nasi yang digoreng ini renyah tetapi gampang patah. Taruh di bagian atas tas atau kardus, bukan di dasar.
  • Brem. Tersedia dalam bentuk padat maupun minuman. Brem cair bukan pilihan untuk bagasi kabin pesawat karena aturan cairan, dan beberapa orang tidak suka rasa fermentasinya, jadi tanyakan dulu selera penerima.
  • Ampyang, serundeng, dan roti kecik. Camilan manis-gurih yang cocok sebagai tambahan oleh-oleh kantor.

Beberapa toko oleh-oleh, misalnya Era Jaya, disebut menyediakan intip, abon, dan serundeng sekaligus. Jam buka dan alamat sebaiknya dicek ulang lewat peta sebelum berangkat, karena hasil pencarian kami tidak menjamin informasinya masih terbaru.

Batik: Oleh-oleh yang Tidak Basi

Kalau penerimanya sulit ditebak seleranya, batik lebih aman daripada makanan. Kawasan Laweyan dikenal sebagai kampung batik. Beli secukupnya dan tanyakan apakah kain itu batik tulis, cap, atau printing, karena harganya sangat berbeda. Bila ingin memahami batik lebih dalam sebelum membeli, rute museum di wisata sejarah dan budaya di Solo bisa dijadikan awal.

Cara Menyusun Belanja Oleh-oleh

  1. Tentukan anggaran dan jumlah penerima dulu. Tanpa daftar, hampir semua orang membeli terlalu banyak.
  2. Beli yang kering di awal, yang basah di akhir. Jadi Anda tidak membawa serabi seharian.
  3. Sisakan 1 sampai 2 jam untuk belanja di hari terakhir, termasuk antre dan parkir.
  4. Siapkan kardus atau tas keras untuk intip dan roti kering.
  5. Pakai cooler bag kecil bila rute pulang lebih dari beberapa jam.

Menyatukan Oleh-oleh dengan Rute Pulang

Kartasura berada di sisi barat Solo, jadi bagi yang pulang ke arah Yogyakarta atau Semarang lewat jalur tersebut, Anda bisa menutup hari dengan mampir ke Rasamadu Heritage, bekas pabrik gula kolonial yang kini menjadi destinasi wisata. Rasamadu Heritage buka setiap hari: hari kerja 09.00 sampai 22.00 WIB, akhir pekan mulai 08.00 WIB. Tiket area outdoor menurut situs resmi Rp30.000 pada hari kerja dan Rp35.000 pada akhir pekan dan hari libur; parkir tidak termasuk. Tempat ini bukan toko oleh-oleh, jadi selesaikan belanja makanan lebih dulu, lalu gunakan kunjungan ke sana sebagai penutup yang santai. Ide rute lengkapnya ada di wisata di Kartasura dan sekitarnya. Cek situs resmi untuk harga dan jam terbaru sebelum datang.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Membeli semua oleh-oleh di hari pertama.
  • Menaruh makanan basah di bagasi mobil yang terkena panas.
  • Mengandalkan harga dari artikel lama.
  • Tidak menanyakan kedaluwarsa pada produk tanpa pengawet.
  • Lupa bahwa beberapa toko tutup lebih cepat di hari tertentu.

Bila Anda masih menyusun rencana makan selama di Solo, baca juga kuliner legendaris Solo menurut jam makan dan itinerary 2 hari 1 malam di Solo.

FAQ — Oleh-oleh Khas Solo

Oleh-oleh Solo apa yang paling tahan lama? Abon sapi, brem padat, dan batik paling aman untuk perjalanan jauh. Intip juga awet tetapi rapuh, jadi perlu kemasan keras.

Berapa lama serabi Notosuman bisa disimpan? Serabi paling enak dimakan di hari yang sama. Untuk simpan lebih lama, tanyakan anjuran penjual, karena daya tahan bergantung pada produk dan cuaca.

Bolehkah membawa brem ke pesawat? Brem padat umumnya tidak bermasalah, sedangkan brem cair terkena aturan cairan di kabin. Cek aturan maskapai Anda sebelum berangkat.

Kapan waktu terbaik membeli oleh-oleh di Solo? Beli yang kering sejak awal kunjungan dan yang basah di hari terakhir. Hindari jam sibuk akhir pekan bila ingin tidak antre lama.

Rencanakan kunjungan ke Rasamadu Heritage

Nikmati pengalamannya langsung — pesan tiket Anda dan ciptakan momen tak terlupakan.

Beli Tiket
#RasamaduHeritage